andRie's Blog

October 11, 2012

Tawuran Pelajar

Filed under: ilmu sosial dasar — andriedwicn @ 1:48 am

Penyebab :

Tawuran antar pelajar maupun tawuran antar remaja semakin menjadi-jadi semenjak terciptanya geng-geng. Perilaku anarki selalu dipertontonkan di tengah-tengah masyarakat. Mereka itu sudah tidak merasa bahwa perbuatan itu sudah tidak terpuji dan bisa mengganggu ketenangan masyarakat. Sebaliknya mereka merasa bangga jika masyarakat itu takut dengan geng/kelompoknya. Seorang pelajar seharusnya tidak melakukan tindakan yabng tidak terpuji seperti itu.

Biasanya permusuhan antar sekolah dimulai dari masalah yang sangat sepele. Namun remaja yang masih labil tingkat emosinya justru menanggapinya sebagai sebuah tantangan. Pemicu lainnya biasanya dendam dengan rasa kesetiakawanan yang tinggi, para siswa tersebut akan membalas perlakuan yang disebabkan oleh siswa sekolah yang dianggap merugikan seorang siswa atau mencemarkan nama baik sekolah tersebut.

Sebenarnya jika kita ingin melihat lebih dalam lagi, salah satu akar permasalahannya adalah tingkat kestresan siswa yang tinggi dan pemahaman agama yang masih rendah. Sebagaimana kita tahu bahwa materi pendidikan sekolah di Indonesia itu cukup berat, akhirnya stres yang memuncak itu mereka tumpahkan dalam bentuk yang tidak terkendali yaitu tawuran

Dari aspek fisik, tawuran dapat menyebabkan kematian dan luka berat bagi para siswa. Kerusakan yang parah pada kendaraan dan kaca gedung atau rumah yang terkena lemparan batu. Sedangkan aspek mentalnya, tawuran dapat menyebabkan trauma pada para siswa yang menjadi korban, merusak mental para gerenasi muda, dan menurunkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Siapa yang Terlibat : Pelajar antar Sekolah

 

Solusi :

Setelah kita tahu akar permasalahannya, sekarang yang terpenting adalah bagaimana menemukan solusi yang tepat untuk menyelesaikan persoalan itu. Dalam hal ini, seluruh lapisan masyarakat yaitu, orang tua, guru/sekolah dan pemerintahan.

Pendidikan yang paling dasar dimulai dari rumah. Orang tua sendiri harus aktif menjaga emosi anak. Pola mendidik yang barangkali perlu diubah. Orang tua seharusnya tidak mendikte anak, tetapi memberikan keteladanan. Tidak mengengkak anak dalam beraktifitas yang positif. Menghindari kekerasan dalam rumah tangga sehingga menciptakan suasana rumah yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang si anak.

Menanamkan dasar-dasar agama pada proses pendidikan. Tidak kalah penting adalah membatasi anak melihat kekerasan yang ditayangkan di televisi. Media ini memang paling jitu dalam proses pendidikan. Orang tua harus pandai-pandai memilih tontonan yang positif sehingga bisa menjadi tuntunan bagi anak. Untuk membatasi tontonan untuk usia remaja memang lumayan sulit bagi orang tua, karena internetpun dapat diakses secara bebas dan orang tua tidak bisa membendung perkembangan sebuah teknologi. Filter yang baik buat anak adalah agama dengan agama si anak bisa membentengi dirinya sendiri dari pengaruh buruk apapun dan dari manapun. Dan pendidikan anak tidak seharusnya diserahkan seratus persen pada sekolah.

Peran sekolah juga sangat penting dalam menyelesaikan masalah ini. Untuk meminimalkan tawuran antar pelajar, sekolah harus menerapkan aturan tata tertib yang lebih ketat, agar siswa/i tidak seenaknya keluyuran pada jam-jam pelajaran di luar sekolah.

Yang kedua peran BK (Bimbingan Konseling) harus diaktifkan dalam rangka pembinaan mental siswa, membantu menemukan solusi bagi siswa yang mempunyai masalah sehingga persoalan-persoalan siswa yang tadinya dapat memicu sebuah tawuran dapat dicegah.

Yang ketiga kondisikan suasana sekolah yang ramah dan penuh kasih sayang. Peran guru semestina tidak hanya mengajar tetapi menggantikan peran orang tua mereka yakni mendidik. Yang keempat penyediaan fasilitas untuk menyalurkan energi siswa. Contohnya menyediakan program ekstra kurikuler bagi siswa. Dalam penyelenggaraan kegiatan ekstrakulikuler sekolah mebutuhkan prasarana dan sarana, seperti arena olahraga dan perlengkapan kesenian, yang sejauh ini banyak sekolah belum memadai, malah cenderung kurang. Oleh karenanya, pemerintah perlu mensubsidi lebih banyak lagi fasilitas olah raga dan seni. Dari segi hukum demikian juga, pemerintah harus tegas dalam menerapkan sanksi hukuman. Berilah efek jerah pada siswa yang melakukan tawuran sehingga mereka akan berfikir seratus kali jika akan melakukan tawuran lagi.

 

Sumber :

http://blog.tp.ac.id/fenomena-tawuran-antar-pelajar

Advertisements

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: