andRie's Blog

June 2, 2012

Moral yang Memiliki Berbagai Nilai

Filed under: ilmu budaya dasar — andriedwicn @ 1:32 pm

Pengertian Moral

Kata Moral berasal dari kata latin “mos” yang berarti kebiasaan. Moral berasal dari Bahasa Latin yaitu “Moralitas” adalah istilah manusia menyebut ke manusia atau orang lainnya dalam tindakan yang mempunyai nilai positif.

Adapun pengertian moral dalam kamus filsafat dapat dijabarkan sebagai berikut :

  1. Menyangkut kegiatan-kegiatan yang dipandang baik atau buruk, benar atau salah, tepat atau tidak tepat.
  2. Sesuai dengan kaidah-kaidah yang diterima, menyangkut apa yang dianggap benar, baik, adil dan pantas.
  3. Memiliki :
    • Kemampuan untuk diarahkan oleh (dipengaruhi oleh) keinsyafan benar atau salah.
    • Kemampuan untuk mengarahkan (mempengaruhi) orang lain sesuai dengan kaidah-kaidah perilaku nilai benar dan salah.
  4. Menyangkut cara seseorang bertingkah laku dalam berhubungan dengan orang lain.

 

Ilmu Budaya Dasar yang Berhubungan dengan Prosa

Prosa atau yang kadang disebut dengan narrative fiction, prose fiction atau hanya fiction saja sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi.

Dalam kesustraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru :

  1. Prosa Lama
    1. Dongeng-dongeng
    2. Hikayat
    3. Sejarah
    4. Epos
    5. Cerita Pelipur Lara
    6. Cerita Pendek
    7. Roman / Novel
    8. Biografi
    9. Kisah
    10. Otobiografi
  1. Prosa Baru
    1. Cerita Pendek
    2. Roman / Novel
    3. Biografi
    4. Kisah
    5. Otobiografi

 

Prosa Fiksi yang Mengandung Moral serta Nilai-Nilai

Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau karya sasatra (prosa fiksi) langsung atau tidak langsung membawakan moral, pesan atau cerita. Dengan kata lain prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra. Adapun nilai-nilai yang diperoleh pembaca melalui satra antara lain :

  1. Prosa Fiksi Memberikan Kesenangan

Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalami sendiri peristiwa itu atau kejadian yang dikisahkan. Pembaca dapat mengembangkan imajinasinya untuk mengenal daerah atau tempat yang asing, yang belum dikunjunginya atau yang tidak mungkin dikunjungi selama hidupnya. Pembaca juga dapat mengenal tokoh-tokoh yang aneh atau asing tingkah lakunya atau mungkin rumit perjalanan hidupnya untuk mencapai sukses.

 

  1. Prosa Fiksi Memberikan Informasi

Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedia. Dalam novel sering kita dapat belajar sesuatu yang lebih daripada sejarah atau laporan jurnalistik tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan datang atau kehidupan yang asing sama sekali.

 

  1. Prosa Fiksi Memberikan warisan Kultural

Prosa fiksi dapat menstimuli imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.

Novel seperti Siti Nurbaya, Salah Asuhan, Sengsara Membawa Nikmat, Layar Terkembang merupakan impian-impian, harapan-harapan, aspirasi-aspirasi dari generasi yang terdahulu yang seharusnya dihayati oleh generasi kini. Novel yang berlatar belakang perjuangan revolusi seperti Jalan Tak Ada Ujung, misalnya menggambarkan sesuatu tindakan heroisme yang mengagumkan dan memberikan kebanggaan, yang oleh generasi muda sekarang tidak lagi mengalaminya secara fisik. Oleh karena mahasiswa tidak lagi mengalami secara fisik itulah, jiwa kepahlawanan perlu disentuhkan lewat hasil-hasil sastra.

 

  1. Prosa Memberikan Keseimbangan Wawasan

Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.

Berkenaan dengan moral, karya sastra dapat dibagi menjadi dua yaitu karya sastra yang menyuarakan aspirasi jamannya dan karya sastra yang menyuarakan gejolak jamannya. Ada juga tentunya yang menyuarakan keduanya.

Karya sastra yang menyuarakan aspirasi jamannya mengajak pembaca untuk mengikuti apa yang dikehendaki jamannya. Kebanyakan karya sastra Indonesia di jaman Jepang yang dikelompokkan kedalam kelompok ini.

 

Sumber

    1. http://loudy92.wordpress.com/2011/03/12/pengertian-moral/
    2. http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar
      /bab3_konsepsi_ilmu_budaya_dasar_dalam_kesustraan.pdf

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: