andRie's Blog

December 5, 2009

MUSEUM FATAHILLA

Filed under: tugas — andriedwicn @ 10:37 am

MUSEUM FATAHILLA

Nama : Andrie Dwi Cahyo Nugroho         (30108226)

UNIVERSITAS GUNADARMA

DEPOK

PENDAHULUAN

Museum Fatahilla memiliki latar belakang sejarah yang sangat baik untuk kita pelajari. Oleh sebab itu kami memilih tempat ini sebagai tujuan kami untuk mencari bahan penulisan.

Kami memilih tempat ini karena memiliki sejarah yang panjang, dimulai dari berdirinya hingga menjadi Museum Fatahilla.

Awal mula berdirinya Museum ini,  belum berbentuk museum melainkan sebagai balai kota, bahkan di tempat ini dahulu dijadikan sebagai tempat pemasungan dan penyiksaan para pejuang kita. Yang dapat membuat bulu kuduk kita merinding.         Pembunuhan dan penyiksaan yang keji yang dilakukan oleh para penjajah masih dapat kita lihat baik itu tempat penyiksaan dan juga ruang kerja pada saat bangunan itu masih berfungsi sebagai balai kota.

Sejarah serta tempat yang masih mencerminkan kota pada saat tempo dulu membuat kita seolah berada beberapa puluh tahun kebelakang. Sekarang museum ini telah menjadi suatu sarana yang mengagumkan karena tidak hanya dapat dijadikan sebagai museum tetapi banyak juga para pengunjung berfoto disekeliling bangunan museum tersebut, bahkan tidak jarang kita menyaksikan para calon pengantin yang berfoto di wilayah sekitar museum tersebut.

Pemanfaatan dan tetap menjadi salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi membuat kami penasaran dan membuat kami menjadikan Museum Fatahilla sebagai tujuan utama kami.

Bahkan saat ini kita dapat menyaksikan Museum Fatahilla pada malam hari, hal ini membuat semakin menariknya untuk kita kunjungi. Bahkan pada saat malam hari kita dapat melihat Museum Fatahilla yang berbeda karena penuh diterangi dengan lampu malam yang menawan.

DAFTAR ISI

Pendahuluan…………………………………………………………………..     i

Daftar isi………………………………………………………………………     ii

Museum Fatahilla

Sejarah Fatahilla………………………………………………………………     1

Berdirinya Museum Fatahilla…………………………………………………       2

Arsitektur Bangunan…………………………………………………………..     3

Koleksi Museum Fatahilla…………………………………………………….      4

Sekeliling Museum Fatahilla………………………………………………….       7

Cara Mencapai Museum Fatahilla…………………………………………….      11

Yang Dapat Dilakukan Di Museum Fatahilla…………………………………         12

Bersepeda Ontel Melihat Museum Fatahilla………………………………….        13

Wisata Malam Museum Fatahilla…………………………………………….        13

Tips……………………………………………………………………………    15

Penutup………………………………………………………………………..    16

MUSEUM FATAHILLA

Sejarah Fatahilla

Di masa lalu, selain berfungsi sebagai Balaikota, bangunan ini juga dijadikan sebagai penjara. Terdapat bekas penjara bawah tanah yang dulunya digunakan untuk menjebloskan orang-orang yang melanggar aturan hukum pemerintah Hindia Belanda. Konon, pejuang-pejuang Indonesia seperti Pangeran Diponegoro, pernah menghuni penjara ini. Tanah lapang di depan bangunan Museum Sejarah Jakarta, dikenal dengan nama Taman Fatahillah, merupakan saksi bisu tempat dilaksanakannya eksekusi hukuman gantung bagi ribuan orang Cina yang terlibat dalam pemberontakan melawan Belanda tahun 1740. .

Gedung ini dahulu juga digunakan sebagai tempat oleh Dewan Kotapraja (College van Schepen) untuk menangani masalah hukum yang terjadi di masyarakat. Seorang terdakwa yang akan diadili biasanya ditempatkan dalam penjara bawah tanah. Dalam penjara bawah tanah ini, para terdakwa diperlakukan secara tidak manusiawi. Tangan para terdakwa dirantai dan tubuhnya direndam dalam air sebatas dada yang penuh dengan lintah.

Bagi para terdakwa yang telah dinyatakan bersalah dan dianggap telah melakukan kejahatan atau memberontak terhadap pemerintah Belanda akan dikenai hukuman yang sangat berat. Salah satu hukumannya adalah hukuman gantung di depan Balaikota. Pada saat proses eksekusi dijalankan, masyarakat sekitar dikumpulkan untuk menyaksikan ‘pertunjukan’ tersebut dengan cara membunyikan lonceng yang hingga kini masih tetap terpasang di atas bangunan tersebut.

Proses eksekusi merupakan simbol peringatan agar masyarakat tidak berusaha melawan atau menentang pemerintah Belanda. Peninggalan benda-benda untuk melakukan eksekusi itu masih tersimpan secara rapi di museum ini, di antaranya sebuah pisau panjang yang dahulu sering digunakan untuk memenggal kepala orang yang dijatuhi hukuman.

Berdirinya Museum Fatahilla.

Museum Fatahillah, dibangun tanggal 25 Januari 1707 atas perintah Gubernur Jendral J.P Coen semasa VOC berkuasa, yang peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Petronella Willemina Van Hoon, putri Gubernur Jenderal Joan Van Hoon. Bangunan ini meniru balaikota Amsterdam yang bergaya arsitektur Baroque Classic dan diresmikan tanggal 30 Maret 1974 oleh Ali Sadikin (mantan Gubernur DKI Jakarta) museum Sejarah Jakarta ini diresmikan menjadi Museum Fatahillah atau Museum Batavia atau dikenal juga sebagai Museum Sejarah Jakarta. Terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi.

Lantai dasar digunakan sebagai kantor Balai Kota, Pemerintah Belanda dan lantai dua digunakan sebagai kantor dewan pengadilan Hindia Belanda.

Sejak tahun 1942-1945 pernah dipakai pemerintah Jepang sebagai markas Pengendalian Peralatan Logistik, lalu pada 1958-1972 digunakan Tentara Nasional Indonesia (TNI), dari mulai Keamanan Militer Kota (KMK) sampai Kodim 0503/Jakarta Barat.

Dengan menempati areal seluas 13 ribu meter persegi, Bangunannya bergaya arsitektur kuno abad ke-17 yang terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara.

Arsitektur Bangunan

Arsitektur bangunannya bergaya abad ke-17 bergaya Barok klasik dengan tiga lantai dengan cat kuning tanah, kusen pintu dan jendela dari kayu jati berwarna hijau tua. Bagian atap utama memiliki penunjuk arah mata angin.

Museum ini memiliki luas lebih dari 1.300 meter persegi. Pekarangan dengan susunan konblok, dan sebuah kolam dihiasi beberapa pohon tua.

Menurut petugas piket, arsitektur gedung ini sebagian besar masih merupakan arsitektur asli yang dilengkapi dengan beberapa perangkat interior masa VOC Bagian dalam gedung Museum Jakarta dibagi dalam beberapa ruang pamer seperti seperti Ruang Prasejarah Jakarta ( berisi koleksi artefak seperti beliung dan kapak batu yang banyak ditemukan sepanjang sisi Sungai Ciliwung ), Ruang Tarumanegara & Ruang Jayakarta ( berisi arca-arca kuno dan beberapa prasasti mengenai Sunda Kelapa dan puji-pujian terhadap raja Purnawarman ) , Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung, dan yang terakhir adalah Ruang MH Thamrin.

Koleksi Museum Fatahilla

Objek-objek yang dapat ditemui di museum ini antara lain perjalanan sejarah Jakarta, replika peninggalan masa Tarumanegara dan Pajajaran, hasil penggalian arkeologi di Jakarta, mebel antik mulai dari abad ke-17 sampai 19, yang merupakan perpaduan dari gaya Eropa, Republik Rakyat Cina, dan Indonesia. Juga ada keramik, gerabah, dan batu prasasti. Koleksi-koleksi ini terdapat di berbagai ruang, seperti Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung, dan Ruang MH Thamrin.

Terdapat juga berbagai koleksi tentang kebudayaan Betawi, numismatik, dan becak. Bahkan kini juga diletakkan patung Dewa Hermes (menurut mitologi Yunani, merupakan dewa keberuntungan dan perlindungan bagi kaum pedagang) yang tadinya terletak di perempatan Harmoni dan meriam Si Jagur yang dianggap mempunyai kekuatan magis. Selain itu, di Museum Fatahillah juga terdapat bekas penjara bawah tanah yang dulu sempat digunakan pada zaman penjajahan Belanda.

Museum Sejarah Jakarta mempunyai koleksi benda-benda bersejarah yang beragam, misalnya benda-benda arkeologi masa Hindu, Buddha, hingga Islam, benda-benda budaya peninggalan masyarakat Betawi, aneka mebel antik mulai abad ke-18 bergaya Cina, Eropa, dan Indonesia, gerabah, keramik, dan prasasti.

Koleksi benda-benda tersebut dipamerkan di berbagai ruang, seperti Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Sultan Agung, Ruang Fatahillah, dan Ruang M.H. Tamrin. Bagi pengunjung yang ingin menikmati koleksi museum akan dimudahkan oleh tata pamer Museum Sejarah Jakarta. Tata pamer tersebut dirancang berdasarkan kronologi sejarah, yakni dengan cara menampilkan sejarah Jakarta dalam bentuk display. Koleksi-koleksi tersebut ditunjang secara grafis oleh foto-foto, gambar-gambar dan sketsa, peta, dan label penjelasan agar mudah dipahami berdasarkan latar belakang sejarahnya.

Selain itu, museum ini juga memamerkan benda-benda bersejarah lainnya seperti uang logam zaman VOC, aneka timbangan/dacinan, meriam Jagur yang dianggap mempunyai kekuatan magis, serta bendera dari zaman Fatahillah. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat lukisan-lukisan karya Raden Saleh, peta-peta kuno, dan sebuah foto gubernur VOC bernama J.P. Coen.

Meskipun ada juga keramik, gerabah hingga batu prasasti. Koleksi lainnya adalah logam zaman VOC, aneka dacin / timbangan, perabotan rumah tangga antik dari abad 17-19, benda-benda arkeologi dari masa pra-sejarah, masa Hindu Budha hingga masa Islam, meriam kuno serta bendera dari zaman Fatahillah. Juga terdapat lukisan-lukisan karya Raden Saleh, koleksi benda budaya masyarakat Betawi yang diketahui adalah merupakan masyarakat pemula yang bermukim di Jakarta. Koleksi-koleksi ini tersimpan di berbagai ruang, seperti Ruang Prasejarah Jakarta, Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung, dan Ruang MH Thamrin. Bahkan kini juga terdapat patung Dewa Hermes (menurut mitologi Yunani, merupakan dewa keberuntungan dan perlindungan bagi kaum pedagang) yang awalnya terletak di perempatan harmoni dan meriam Si Jagur yang dianggap mempunyai kekuatan magis.

Selain memiliki koleksi barang-barang antik, Museum Jakarta juga menyimpan beberapa kisah tragis seperti pernah digunakan sebagai tempat hukum gantung bagi ribuan etnis Tionghoa yang terlibat dalam pemberontakan melawan kekuasaan kolonial tahun 1740 dihalaman depannya ( sekarang Taman Fatahillah )

Sekeliling Museum Fatahilla.

Museum ini terdiri dari banyak ruangan yang memamerkan perabotan-perabotan berupa kursi dan meja bergaya Eropa, berbagai peta kuno dan benda-benda antik peninggalan VOC. Selain itu, juga ada peninggalan sejarah kota Jakarta berupa kapak batu, prasasti, gerabah dan keramik.

Di halaman luar, kita dapat melihat meriam si jagur yang dianggap keramat, serta patung Hermes si dewa perdagangan dari mitologi Yunani.  Di bagian bawah Balai Kota tersebut ada penjara yang sempit, yang biasanya memuat 50-80 orang tahanan dan kebanyakan dari mereka meninggal karena sesak napas.

Saat ini di halaman depan musium dan juga café Batavia menjadi tempat berkumpulnya para wisatawan, baik asing maupun lokal. Pentas kuda lumping yang digelar menambah kemeriahan suasana. Ada pula penyewaan sepeda onthel untuk tamasya keliling Kota Tua.

Di sebelah timur pintu utama museum Fatahillah, terdapat sebuah kafe yang bernama Kafe Museum. Kafe ini merupakan sarana pelengkap dari Museum Fatahillah dengan memanfaatkan gedung tua yang berarsitektur kolonial, sehingga penataan interiornya pun disesuaikan yang dilengkapi dengan pernak-pernik yang mengingatkan kita pada masa kolonial. Yang menarik dari kafe ini adalah daftar menu makanan yang bernuansa Betawi tempo doeloe yang dipengaruhi beberapa budaya, seperti Cina, Arab dan Belanda. Mulai dari portuguese steak, ong tjai ing, kwee tiaw, tuna sandwich “van zeulen”, “east indies” chef’s, soup “Ali Martak”, sampai ikan bawal “si pitung” dan pisang goreng ” Nyai Dasima” tersedia di kafe ini.

Selain kafe, terdapat juga toko suvenir, ruang sholat, ruang pertemuan, dan taman. Untuk wisatawan yang datang dari luar kota dan berniat menginap, mereka tak perlu khawatir, karena di dekat museum terdapat banyak penginapan, wisma, maupun hotel seperti Hotel Omni Batavia, Le Grandeur Hotel (Dusit Mangga Dua), Novotel Mangga Dua, Sheraton dan lain-lain

Kita tidak perlu kuatir masalah keamanan pada saat kita ke Museum Fatahilla, karena disana kita dapat melihat Satpol PP yang berjaga.

Cara Mencapai Museum Fatahilla

Wisatawan yang berkunjung ke museum ini umumnya dikenai biaya masuk yang berbeda-beda berdasarkan perorangan atau rombongan. Bagi pengunjung perorangan, pengunjung dewasa (umum) dikenai biaya masuk sebesar Rp 2.000, untuk mahasiswa sebesar Rp 1.000, sedangkan untuk pelajar/anak-anak hanya dikenai biaya sebesar Rp 600. Tarif masuk untuk pengunjung berombongan (minimal 20 orang) juga dikenai biaya masuk yang bervariasi, rombongan dewasa dikenai biaya masuk sebesar Rp 1.500, untuk rombongan mahasiswa dikenai Rp 750, sementara rombongan pelajar/anak-anak hanya sebesar Rp 500 masuk sebesar Rp2.000,- ( dewasa ) kita akan dibawa dalam suasana Jakarta Tempoe Doloe dengan pintu-pintu dan jendela berbadan lebar.

Museum ini dibuka setiap hari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 09.00-15.00 wib. Sedangkan museum ini ditutup untuk umum setiap hari Senin dan hari besar.

Sebagai salah satu andalan tujuan wisata ” Kota Tua ” Pemkot DKI Jakarta gedung tua ini sangat menarik untuk dikunjungi. Lokasinya pun mudah dijangkau, untuk menuju lokasi Museum Sejarah Jakarta, wisatawan dapat berkunjung dengan menggunakan kendaraan pribadi ataupun kendaraan umum. Jika memilih menggunakan kendaraan umum, wisatawan dapat menggunakan sarana transportasi bus Trans Jakarta dari arah Blok M menuju arah Kota. Selain itu wisatawan dapat juga menggunakan Mikrolet M-12 dari arah Pasar Senen menuju Kota, juga dapat menggunakan Mikrolet M-08 dari jurusan Tanah Abang menuju Kota. Alternatif lain yang tersedia, pengunjung dapat juga memilih bus patas AC 79 dari arah Kampung Rambutan menuju Kota.

Selain itu bila kita menggunakan kereta, kita hanya berhenti di setasiun kota (pemberhentian terakhir) setelah itu kita keluar melalui pintu keluar yang berada disebelah kanan. Setelah itu kita menyeberangi jalan dan kemudian mengikuti jalan setapak dan tidak lama kita akan sampai di museum fatahilla.

Jika anda berkunjung dihari Minggu atau libur lainnya, akan banyak ditemukan kumpulan fotographer yang sibuk sekedar hunting maupun membuat foto-foto untuk keperluan lainnya seperti Pre weeding.

Inilah yang bisa dijadikan nilai lebih dari lokasi kota tua dan Museum Fatahillah selain dari sisi sejarah. Dimanapun anda berada arsitektur serta bentuk gedung-gedung tua dilokasi ini sangat cocok dijadikan sebagai obyek penambah koleksi foto anda.

Yang Dapat Dilakukan Di Museum Fatahilla.

Selain hanya mengunjungi Museum  Fatahilla, masih banyak yang dapat kita lakukan diluar Museum Fatahilla tersebut.

Banyak sekali hal yang dapat dilihat dan dilakukan disini, seperti:

  • Berfoto-foto di sekitar museum dan Taman Fatahillah yang antik.
  • Mengunjungi museum-museum yang ada di sekitar Museum Fatahillah.
  • Mengikuti acara yang diadakan museum-museum–misalnya, dengan menonton pagelaran drama tentang cerita-cerita di masa lalu.
  • Membeli T-shirt dan kaus, kartu pos, serta gantungan kunci sebagai cinderamata.
  • Berkeliling kota tua menggunakan sepeda ontel.
  • Menikmati pertunjukan di luar Museum Fatahilla.
  • Menginap di Hotel sekitar Museum Fatahilla.
  • Menikmati santapan di kafe sekitar.
  • Bersantai dan menikmati suasana di taman fatahilla.

Bersepeda Ontel Melihat Museum Fatahillah

Selain berfoto dan  menikmati suasana tempo dulu, banyak juga para wisatawan yang bersepeda menggunakan sepeda mereka masing-masing untuk melihat, menikmati dan berkeliling di Museum Fatahilla.

Sepeda merekapun berfariasi ada yang menggunakan sepeda ontel ataupun sepeda yang telah dimodifikasi. Penikmatnyapun tidak hanya kalangan orang tua melainkan banyak juga anak muda yang menggunakannya untuk menarik para pengunjung. Mereka biasanya memadati Museum Fatahilla pada saat hari libur menurut penjaga Museum Fatahilla tersebut.

Wisata Malam Museum Fatahillah

Ketika mendengar kata “museum” mungkin yang pertama kali terbersit di benak anda adalah kesan angker, seram, sepi, dan lain-lain yang sifatnya negatif. Apalagi jika museum yang dimaksud adalah Museum Sejarah Jakarta atau yang lebih dikenal dengan Museum Fatahillah. Maklum museum ini memang menyimpan berbagai peristiwa kelam yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah Kota Jakarta di masa lalu.

Apalagi jika kita mendengar istilah Wisata Malam, pasti anda akan bertanya-tanya dalam hati: Apakah ada museum yang buka di malam hari? Sebab rata-rata museum di Jakarta tutup sekitar pukul 3 sore. Padahal kalau kita melihat ke Eropa, banyak museum-museum disana yang buka hingga malam hari, British Museum di London yang buka hingga pukul 23.00 malam contohnya. Hal ini mungkin juga disebabkan oleh sangat sedikitnya minat pengunjung di museum-museum di Indonesia, khususnya Jakarta. Seringkali warga Jakarta berkunjung ke museum hanya dalam rangka karya wisata yang diselenggarakan mungkin hanya setahun sekali. Itupun dilakukan oleh anak-anak sekolah bukan masyarakat umum.

Jika menilik sejarahnya, memang cukup membuat kita bergidik karena di dalam museum ini terdapat sebuah bekas penjara bawah tanah yang digunakan untuk menjebloskan orang-orang yang melanggar aturan hukum pemerintah Hindia Belanda.

Kemudian seperti dikutip dari website departemen budaya dan pariwisata, tanah lapang di depan museum ini yang disebut dengan Taman Fatahillah, merupakan saksi bisu dari pelaksanaan eksekusi hukuman gantung bagi ribuan orang Cina yang terlibat dalam pemberontakan terhadap pemerintah Belanda pada tahun 1740.

Wisata malam di museum ini biasanya dibuka pada akhir pekan dan tidak semua orang bisa mengikutinya. Anda diharuskan mendaftar terlebih dahulu karena pihak museum membatasi jumlah peserta wisata malam di museum ini. Bagi anda yang penasaran seperti apa Museum Fatahillah di malam hari, anda hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp70.000 saja. Cukup mahal memang dibanding harga masuk museum pada siang hari yang hanya Rp2.000 untuk orang dewasa dan Rp500 untuk anak-anak. Tetapi dijamin anda tidak akan menyesal, karena dengan Rp70.000 anda akan mendapatkan fasilitas seperti makan malam, tiket masuk museum, pin, tur guide, dan kesempatan untuk menonton film tempo doeloe. Tur ini sendiri biasanya dimulai sekitar pukul 18.30 hingga 22.00.

Rute yang biasa dilewati tur wisata malam museum antara lain adalah beberapa ruangan yang terkesan angker seperti ruang tahanan, ruang tempat hukuman pancung dan hukuman cambuk. Uniknya, ruangan-ruangan inilah yang justru menjadi daya tarik bagi para peserta yang biasanya mencapai 50 orang dalam sekali tur.

Jadi bagi anda yang ingin mendapatkan pengalaman lain dalam menjelajah museum, cobalah ikut serta dalam wisata tur malam di Museum Fatahillah

Tips

  • Patuhilah segala petunjuk dan larangan yang ada di Museum
  • Gunakan pakaian yang nyaman untuk digunakan, mengingat udara Jakarta yang cukup panas dan terik.
  • Lebih baik apabila Anda melengkapi diri dengan kacamata hitam, topi dan payung.
  • Jangan lupa membawa kamera untuk berfoto
  • Jika ingin merasakan bagaimana suasana interaksi sosial pada jaman Belanda, tidak ada salahnya untuk mampir dan menghabiskan waktu di Kafe Museum. Kafe ini pada saat-saat tertentu akan menyajikan traditional live music , seperti tanjidor, orkes keroncong, gambang keromong, dan aneka tarian betawi, terlebih jika ada event-event khusus

PENUTUP

Akhir kata kami ucapkan terima kasih karena telah membaca makalah kami ini. Meskipun jauh dari kata sempurna tetapi kami telah berusaha untuk menyajikan yang terbaik untuk para pembaca dan untuk melengkapi salah satu syarat tugas pelajaran Pendidikan Pancasila.

Walaupun kami telah berusaha memberikan yang terbaik tetapi kami bukanlah manusia yang sempurna, oleh sebab itu kami meminta maaf bila ada salah pengetikan ataupun salah kata yang membuat pembaca tersinggung.

Bila pembaca memiliki waktu untuk berkunjung kami menyarankan untuk menjadikan Museum Fatahilla salah satu dari daftar kunjungan anda, karena banyak hal yang dapat kita nikmati di Museum tersebut, dan anda tidak akan kecewa bila berkunjung ke Museum ini.

Akhir kata kami ucapkan terimakasih sebesar-besarnya serta permintaan maaf yang mendalam. Bila ada saran ataupun keritik mohon sampaikan kepada kami, karena sedikit banyaknya sangat membantu kami untuk menyajikan yang lebih baik lagi.

Trimakasih atas perhatian pembaca, sekian yang dapat kami sampaikan.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: