andRie's Blog

January 6, 2011

Resiko, Ancaman dan Eksposur pada Pengendalian SIA

Filed under: tugas — andriedwicn @ 3:40 pm

Resiko, Ancaman dan Eksposur pada Pengendalian SIA

1. Pengertian

Sebelum mengerjakan tugas ini lebih baik kita mengerti arti satu persatu dari judul yang ada.

Dimulai dari apa itu Resiko dari situs Wikipedia, Resiko diartikan sebagai adanya hubungan dengan ketidakpastian ini terjadi oleh karena kurang atau tidak tersedianya cukup informasi tentang apa yang akan terjadi. Atau dalam situs ini juga diartikan secara umum yaitu sebagai suatu keadaan yang dihadapi seseorang atau perusahaan dimana terdapat kemungkinan yang merugikan. Dan Resiko tersebut dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu :

Risiko spekulatif adalah suatu keadaan yang dihadapi perusahaan yang dapat memberikan keuntungan dan juga dapat memberikan kerugian. SedangkanResiko murni adalah sesuatu yng hanya dapat berakibat merugikan atau tidak terjadi apa-apa dan tidak mungkin menguntungkan.

Sedangakan Ancaman merupakan suatu keadaan yg dapat membahayakan baik itu dari dalam (intern) ataupun dari luar (ekstern), biasana bersifat6 merugikan.

Untuk arti Eksposur saya cari di situs Slideshare dimana didalam situs itu dijelaskan Eksposur adalah obyek yang rentan terhadap risiko dan berdampak pada kinerja perusahaan apabila risiko yang diprediksikan benar-benar terjadi. Eksposur yang paling umum berkaitan dengan ukuran keuangan, misalnya harga saham, laba, pertumbuhan penjualan, dan sebagainya.

Dari pengertian satu persatu yang telah dilakuakn dapat dimengerti bahwa materi ini akan membahas “suatu keadaan yang dihadapi seseorang atau perusahaan dimana terdapat kemungkinan yang merugikan dimana akan adanya ancaman atau bahaya yang akan dating dari dalam atau luar yang rentan terhadap risiko dan berdampak pada kinerja perusahaan apabila risiko yang diprediksikan benar-benar terjadi pada pengendalian SIA”.

 

2. Ancaman atas SIA

Ancaman dapat timbul dari mana saja, hal itu yang saya dapatkan dari materi dosen SIA saya. Salah satu ancaman yang dihadapi perusahaan adalah kehancuran karena bencana alam dan politik, seperti :

–        Kebakaran atau panas yang berlebihan

–        Banjir, gempa bumi

–        Badai angin, dan perang

Ancaman kedua bagi perusahaan adalah kesalahan pada software dan tidak berfungsinya peralatan, seperti :

–        Kegagalan hardware

–        Kesalahan atau terdapat kerusakan pada software, kegagalan sistem operasi, gangguan dan fluktuasi listrik.

–        Serta kesalahan pengiriman data yang tidak terdeteksi.

Ancaman ketiga bagi perusahaan adalah tindakan yang tidak disengaja, seperti :

–        Kecelakaan yang disebabkan kecerobohan manusia

–        Kesalahan tidak disengaja karen teledor

–        Kehilangan atau salah meletakkan

–        Kesalahan logika

–        Sistem yang tidak memenuhi kebutuhan perusahaan

Ancaman keempat yang dihadapi perusahaan adalah tindakan disengaja, seperti :

–        sabotase

–        Penipuan komputer

–        Penggelapan

 

3. Penyebab Ancaman SIA meningkat

Ancaman pada SIA tidaklah timbul begitu saja, pasti ada hal yang membuatnya meningkat, masih pada materi dari dosen saya hal yang membuatnya meningkat adalah:

  • Peningkatan jumlah sistem klien/server memiliki arti bahwa informasi tersedia bagi para pekerja yang tidak baik.
  • Oleh karena LAN dan sistem klien/server mendistribusikan data ke banyak pemakai, mereka lebih sulit dikendalikan daripada sistem komputer utama yang terpusat.
  • WAN memberikan pelanggan dan pemasok akses ke sistem dan data mereka satu sama lain, yang menimbulkan kekhawatiran dalam hal kerahasiaan.

 

4.Pengendalian Internal

Apakah definisi dari pengendalian internal itu ?

Pengendalian internal adalah rencana organisasi dan metode bisnis yang dipergunakan untuk menjaga aset, memberikan informasi yang akurat dan andal, mendorong dan memperbaiki efisiensi jalannya organisasi, serta mendorong kesesuaian dengan kebijakan yang telah ditetapkan.

Prosedur-prosedur pengendalian khusus yang digunakan dalam sistem pengendalian internal dan pengendalian manajemen mungkin dikelompokkan  menggunakan empat kelompok pengendalian internal berikut ini:

  • Pengendalian untuk Pencegahan, Pengendalian untuk Pemeriksaan, dan Pengendalian Korektif
  • Pengendalian umum dan Pengendalian aplikasi
  • Pengendalian Administrasi dan Pengendalian Akuntansi
  • Pengendalian Input, proses, dan output

 

5. Lingkungan Pengendalian

Komponen pertama dari model pengendalian internal adalah : lingkungan pengendalian.

Lingkungan pengendalian terdiri dari faktor-faktor berikut ini :

    1. Komitmen atas integritas dan nilai-nilai etika
    2. Filosofi pihak manajemen dan gaya beroperasi
    3. Struktur organisasional
    4. Badan audit dewan komisaris
    5. Metode untuk memberikan otoritas dan tanggung jawab
    6. Kebijakan dan praktik-praktik dalam sumber daya manusia
    7. Pengaruh-pengaruh eksternal

Komponen kedua dari model pengendalian internal adalah kegiatan-kegiatan pengendalian.

Secara umum, prosedur-prosedur pengendalian termasuk dalam satu dari lima kategori berikut ini :

  • Otorisasi transaksi dan kegiatan yang memadai
  • Pemisahan tugas
  • Desain dan penggunaan dokumen serta catatan yang memadai
  • Penjagaan aset dan catatan yang memadai
  • Pemeriksaan independen atas kinerja

Komponen ketiga dari model pengendalian internal adalah Penilaian resiko.

Perusahaan menghadapi jenis-jenis ancaman berikut ini :

–        strategis — melakukan hal yang salah

–        Operasional ── melakukan hal yang benar, tetapi dengan cara yang salah

–        Keuangan — adanya kerugian sumber daya keuangan, pemborosan, pencurian atau pembuatan kewajiban yang tidak tepat

–        informasi — menerima informasi yang salah atau tidak relevan, sistem yang tidak andal, dan laporan yang tidak benar atau menyesatkan

Komponen keempat dari model pengendalian internal adalah informasi dan komunikasi .

Akuntan harus memahami berikut ini :

  • Bagaimana transaksi diawali
  • Bagaimana data didapat dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin atau data diubah dari dokumen sumber ke bentuk yang dapat dibaca oleh mesin
  • Bagaimana file komputer diakses dan diperbarui
  • Bagaimana data diproses untuk mempersiapkan sebuah informasi
  • Bagaimana informasi dilaporkan

Komponen kelima dari model pengendalian internal adalah pengawasan.

Metode utama untuk mengawasi kinerja mencakup :

–        Supervisi yang efektif

–        Pelaporan yang bertanggungjawab

–        Audit  internal

Pada sub judul diatas hanya terfokus pada ancaman tetapi bila dibaca secara keseluruhan materi yang disampaikan sudah cukup untuk mencakup semua. Sehingga tidak perlu dilakukan sub judul secara lebih menditai dan bila dilihat dari arti satu persatu memiliki ari yang hamper sama atau lehih tepatnya terikat.

Sekian yang dapat saya kerjakan. Maaf bila tulisan yang saya sampaikan kurang berkenan atau kurang sesuai dengan yang anda inginkan. Untuk paertisipasinya saya ucapkan terimakasih.

Sumber :

http://www.slideshare.net/sssf/ppt-pengukuran-resiko-presentation

http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen_risiko

http://sdarsono.staff.gunadarma.ac.id/

About these ads

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Banana Smoothie Theme. Create a free website or blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: